Subang — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan akademiknya melalui pelaksanaan Wisuda Angkatan ke-24. Sebanyak 126 sarjana resmi menyelesaikan pendidikan tinggi, terdiri atas 32 lulusan Program Studi Akuntansi dan 94 lulusan Program Studi Manajemen.

Dengan bertambahnya lulusan pada wisuda kali ini, STIESA hingga angkatan ke-24 telah meluluskan sebanyak 1.974 sarjana. Jumlah tersebut terdiri atas 837 lulusan Program Studi Akuntansi dan 1.137 lulusan Program Studi Manajemen. Capaian ini menjadi bagian dari perjalanan panjang STIESA dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan LLDIKTI Wilayah IV, perwakilan Pemerintah Kabupaten Subang, Bendahara Yayasan Sutaatmadja Daeng M. Makmur, SE., serta para orang tua dan keluarga wisudawan. Kehadiran dua dosen dari Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia, turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan wisuda tahun ini sekaligus mencerminkan semakin terbukanya ruang kolaborasi internasional bagi STIESA. Sebagai informasi tambahan salah satu dosen UIS tersebut yakni Dr. Siti Syuhada binti Abd Rahman memberikan Orasi Ilmiah dengan membawa judul Beyond The Degree: Menjadi Profesional yang Adaptif, Berintegrasi dan Memberi Impak dalam Dunia Kerja yang Berubah.

Dalam sambutan Ketua STIE Sutaatmadja yang disampaikan oleh Pembantu Ketua I, Dr. Gugyh Susandy, SE., M.Si., CBM., CDMS, ditegaskan bahwa pendidikan di STIESA diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, unggul, mandiri, dan berakhlakul karimah.

Proses tersebut dilakukan melalui kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja serta regulasi pendidikan tinggi. Pembelajaran juga diperkuat dengan program Center of Excellence (CoE) yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan kompetensi mahasiswa juga dilakukan melalui berbagai program berskala nasional dan internasional. Sejak 2012, STIESA memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan industri di sejumlah negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Program tersebut kemudian diperluas hingga Taiwan melalui program magang internasional.

Sejak 2025, pengembangan kompetensi mahasiswa tersebut diperkuat melalui Internationally Certified Internship Program (ICIP), National Certified Competency Program (NCCP), dan International Student Mobility Program (ISMP). Ketiga program tersebut memberikan pengalaman kerja internasional, sertifikasi kompetensi, pembelajaran di perguruan tinggi mitra luar negeri, pengalaman lintas budaya, hingga wawasan mengenai dunia industri.

Tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik dan profesional, STIESA juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter mahasiswa melalui program Bina Iman STIESA (BIM). Mahasiswa didorong untuk aktif dalam kegiatan akademik maupun nonakademik dan terus mengembangkan potensi melalui berbagai kompetisi.

Upaya tersebut telah melahirkan sejumlah prestasi di tingkat internasional, nasional, dan lokal. Capaian mahasiswa tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang memiliki keseimbangan antara hard skill, soft skill, karakter, serta kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.

Dalam bidang pengembangan kelembagaan, STIESA kini memasuki milestone ketiga dari Rencana Induk Pengembangan 20 Tahun. Tahapan tersebut diarahkan menuju terwujudnya Center of Excellent University, dengan fokus pada penguatan pusat-pusat keunggulan yang memberikan nilai tambah bagi pembelajaran, penelitian, hilirisasi hasil penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat, serta komersialisasi hak atas kekayaan intelektual.

Komitmen terhadap pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi juga diperkuat melalui dukungan anggaran pada tahun akademik 2025/2026 untuk pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, investasi sarana dan prasarana pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Pesan untuk Mengabdi dan Membangun Subang

Sementara itu, Bendahara Yayasan Sutaatmadja, Daeng M. Makmur, SE., berpesan kepada para lulusan agar tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Ia menekankan pentingnya akhlakul karimah serta keinginan untuk turut membangun Kabupaten Subang. Para lulusan diharapkan dapat kembali dan memberikan kontribusi melalui ilmu, kompetensi, serta pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di STIESA.

Pesan tersebut sejalan dengan harapan STIESA agar wisuda tidak menjadi akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Subang, Imron Thomas Faturohman, ST., MM., yang menyampaikan amanat Bupati Subang, mengapresiasi perkembangan STIESA, termasuk semakin luasnya kerja sama internasional yang ditandai dengan kehadiran dua perwakilan dosen dari Universiti Islam Selangor Malaysia.

Dalam pesannya kepada para wisudawan, ia menyampaikan tiga hal penting. Pertama, lulusan diharapkan menjadi pencipta peluang, bukan sekadar pencari kerja, mengingat Subang memiliki potensi ekonomi yang luas, mulai dari sektor pertanian hingga industri dan teknologi otomotif.

Kedua, para lulusan diminta untuk terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Ijazah, menurutnya, bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengembangkan kemampuan dan menghadapi dunia nyata.

Ketiga, para lulusan diingatkan untuk menjaga integritas. Ilmu pengetahuan harus berjalan bersama kejujuran karena kepercayaan merupakan modal penting dalam kehidupan profesional dan bermasyarakat. Kelulusan dari perguruan tinggi juga menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih luas kepada keluarga, daerah, dan negara.

Apresiasi untuk Wisudawan Berprestasi

Wisuda Angkatan ke-24 juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang menunjukkan capaian akademik dan proses studi yang menonjol.

Dari Program Studi Akuntansi, Pani Apriani Azizah meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,94 dan predikat Dengan Pujian (Cum Laude), setelah menyelesaikan studi selama 3 tahun 8 bulan. Sementara dari Program Studi Manajemen, Anasi menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,97 dan predikat Dengan Pujian setelah menempuh masa studi 3 tahun 7 bulan.

Untuk kategori wisudawan tercepat dari Program Studi Akuntansi diraih oleh Dewi Apriliani, Diah Dwi Novianti, dan Yusnia. Sedangkan dari Program Studi Manajemen diraih oleh Agus Ibrahim, Carissa Salsabila, dan Nasywa Alyavina Wibawa.

Adapun kategori wisudawan termuda dari Program Studi Manajemen diraih oleh Alfirahmani Phamungkas Zubaedi, yang lahir pada 20 April 2005. Dari Program Studi Akuntansi, penghargaan wisudawan termuda diberikan kepada Rea Aprila Sobandi, yang lahir pada 5 April 2005.

Wisuda Bukan Akhir Perjalanan

Bagi STIESA, wisuda bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya masa studi. Wisuda merupakan momentum untuk melepas para lulusan memasuki ruang pengabdian yang lebih luas, membawa pengetahuan, pengalaman, karakter, dan nilai-nilai yang telah dibangun selama berada di lingkungan kampus.

Ketua STIE Sutaatmadja melalui sambutan yang disampaikan Dr. Gugyh Susandy menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada STIESA untuk mendidik putra-putrinya. Dengan selesainya pendidikan, amanah tersebut dinyatakan telah ditunaikan, dan para lulusan dikembalikan kepada keluarga sebagai seorang sarjana.

Kini, 126 lulusan STIESA berdiri di ambang perjalanan baru. Gelar sarjana yang disandang bukanlah garis akhir, melainkan bekal untuk membuka lebih banyak pintu kesempatan. Dari ruang kelas menuju dunia kerja, dari teori menuju praktik, dan dari pencapaian pribadi menuju kontribusi bagi masyarakat.

STIESA percaya, ilmu yang tumbuh di kampus akan menemukan maknanya ketika digunakan untuk memberi manfaat. Karena itu, para wisudawan diharapkan tidak hanya menjadi sarjana yang sukses dalam karier, tetapi juga menjadi insan yang berintegritas, berakhlakul karimah, mampu menciptakan peluang, serta hadir untuk membawa perubahan bagi keluarga, masyarakat, dan Kabupaten Subang. Wisuda hari ini menutup satu bab perjalanan, tetapi sekaligus membuka halaman baru untuk menulis karya yang jauh lebih besar.