SUBANG — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) kembali menggelar wisuda dengan khidmat. Dalam momen istimewa tersebut, Dr. Siti Syuhada binti Abd Rahman, Head Department of Management & Business dari Faculty of Economics, Accountancy & Management Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia, hadir menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Beyond the Degree: Menjadi Profesional yang Adaptif, Berintegriti dan Memberi Impak dalam Dunia Kerja yang Berubah”.
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Syuhada menegaskan bahwa kelulusan dan ijazah yang diraih para wisudawan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal memasuki perjalanan profesional yang sesungguhnya di tengah dinamika era digital, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi.

Keseimbangan Keterampilan Digital dan Sisi Insani
Menghadapi pergeseran industri yang cepat, Dr. Siti Syuhada mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi dan AI memang dapat mempercepat berbagai tugas operasional. Namun, keberadaan teknologi tidak akan bisa menggantikan peran dan pertimbangan kritis manusia.
Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki keseimbangan antara penguasaan teknologi (hard skills) dan kemampuan insani (soft skills), seperti pemikiran kritis, empati, komunikasi efektif, serta kemampuan mengambil keputusan beretika.
Tiga Pilar Karier: Kompetensi, Integritas, dan Dampak
Guna menavigasi tantangan dunia kerja modern yang tidak terbatas oleh sekat negara, Dr. Siti Syuhada memaparkan tiga pilar utama yang patut dijadikan kompas oleh setiap profesional:
-
Kompetensi dan Adaptabilitas: Membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat (lifelong learning), tidak ragu melakukan upskilling maupun reskilling, serta berani meninggalkan cara-cara lama yang sudah tidak relevan.
-
Integritas Sebagai Fondasi: Menjaga kejujuran, tanggung jawab, dan kerahasiaan dalam pekerjaan. Keterampilan dapat membuka peluang, namun integritaslah yang menjaga kepercayaan publik dan organisasi.
-
Menciptakan Dampak Nyata: Mengukur keberhasilan karier bukan sekadar dari jabatan atau materi, melainkan dari kontribusi nyata dan nilai manfaat yang diberikan kepada lingkungan kerja, keluarga, serta masyarakat luas.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya wawasan serantau dalam lingkup ASEAN dan global, serta pembinaan jaringan profesional (networking) yang berlandaskan rasa saling percaya dan kesamaan nilai.
Ajakan untuk Terus Melangkah dan Memberi Manfaat
Mengakhiri orasinya, Dr. Siti Syuhada berpesan agar para lulusan tidak pernah merasa cepat puas hanya dengan berbekal gelar akademik.
“Apabila saudara meninggalkan ruangan ini, jangan katakan pengabdian dan belajar telah selesai, melainkan katakan bahwa perjalanan baru saja dimulai. Jadilah profesional yang berilmu, terpercaya, adaptif, dan memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya mendalam.