SUBANG – STIE Sutaatmadja (STIESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan dunia usaha melalui penyelenggaraan kegiatan Bazaar Mahasiswa yang digelar pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di selasar Kampus STIESA ini menjadi bagian dari praktik pembelajaran mata kuliah Pengantar Bisnis bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Manajemen semester 2.

Bazaar yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk merasakan secara langsung pengalaman berwirausaha, mulai dari proses perencanaan usaha, strategi pemasaran, pengelolaan produk, hingga interaksi dengan konsumen.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan sambutan dari ketua angkatan mahasiswa Akuntansi dan Manajemen. Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Pembantu Ketua I STIESA, Dr. Gugyh Susandy, S.E., M.Si., CBM, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun kemampuan berniaga dan jiwa pemasaran sejak masa perkuliahan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Gugyh menyampaikan bahwa aktivitas perdagangan dan kewirausahaan merupakan salah satu jalan yang memiliki potensi besar dalam membuka peluang rezeki dan pengembangan diri.

“9 dari 10 pintu rezeki itu dari perniagaan, dan itu juga yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Karena itu diwajibkan bagi kita semua untuk bisa berniaga. Bahkan Umar, sahabat Rasulullah SAW, pernah mengatakan bahwa jangan coba-coba masuk ke pasar jika kalian tidak tahu ilmunya. Ini menggambarkan bahwa untuk berniaga memang dibutuhkan kemampuan khusus,” ujar Dr. Gugyh.

Ia juga berharap kegiatan bazaar ini tidak hanya menjadi pemenuhan tugas akademik semata, tetapi mampu menjadi titik awal lahirnya mahasiswa yang memiliki keberanian untuk menjadi pelaku usaha dan memiliki kemampuan pemasaran yang baik.

Hal senada disampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pengantar Bisnis, Bismantara, yang berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembentukan karakter kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan jiwa entrepreneur di kalangan mahasiswa,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sebanyak 15 kelompok mahasiswa turut berpartisipasi dalam bazaar ini dengan menampilkan berbagai produk yang telah mereka siapkan secara mandiri. Ragam dagangan yang ditawarkan didominasi oleh makanan dan minuman, serta produk kreatif seperti aksesoris berupa bros dan pin custom.

Melalui kegiatan ini, STIESA terus mendorong terciptanya pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.

Kegiatan bazaar ini menjadi bukti bahwa semangat berwirausaha dapat dibangun sejak di bangku kuliah. Dari sebuah stand sederhana dan ide yang dikembangkan bersama, lahir pengalaman berharga tentang keberanian mencoba, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus berkembang. Semoga langkah kecil hari ini menjadi awal bagi lahirnya para entrepreneur muda yang kelak mampu menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.