SUBANG – Dalam upaya menjembatani kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Subang (STIESA) menggelar workshop bertema “Future Skills for Future Industry in Subang”. Kegiatan ini merupakan program penguatan kompetensi bagi peserta Center of Excellence (CoE) di Program Studi Manajemen dan Akuntansi STIESA.
Meski diinisiasi untuk mahasiswa yang tergabung dalam program CoE, workshop ini dirancang dengan materi yang relevan bagi seluruh mahasiswa STIESA. Tujuannya adalah membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global serta perkembangan industri yang semakin pesat, khususnya di Kabupaten Subang.
Pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Subang menuntut tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan siap bersaing. Workshop ini menjadi wujud sinergi antara dunia akademik dan praktisi industri dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Untuk memberikan gambaran mengenai keterampilan yang paling dibutuhkan industri masa depan, STIESA menghadirkan Asep Gunawan, S.Hum, yang saat ini menjabat sebagai HGC Manager PT Ujump Indonesia sekaligus Ketua Forum HR Subang, sebagai narasumber utama.
Pembantu Ketua I STIE Sutaatmadja, Dr. Gugyh Susandy, berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pengalaman berharga bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan eksposur bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja, baik di sektor manufaktur maupun jasa. Terlebih, narasumber yang hadir merupakan seorang manajer HR yang menangani ketenagakerjaan di berbagai industri di Subang. Beliau juga merupakan Ketua Forum HR yang menaungi sekitar 90 perusahaan industri di wilayah ini,” ujarnya.
Menurut Gugyh, Forum HR Subang juga secara rutin melakukan penelitian terkait performa tenaga kerja asal Subang. Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran objektif mengenai kelebihan dan kekurangan SDM lokal sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi dunia pendidikan.
“Forum HR melakukan pengukuran dan penilaian secara objektif terhadap kinerja tenaga kerja asal Subang. Dari sana dapat diketahui aspek yang sudah baik maupun yang masih perlu ditingkatkan. Saat ini, sebagian besar tenaga kerja masih berada pada level operasional dan belum banyak yang mencapai posisi supervisor hingga manajerial,” tambahnya.
Dengan pengalaman panjang sebagai praktisi HR, Asep Gunawan memberikan first-hand insight mengenai standar kompetensi, budaya kerja, serta keterampilan digital dan manajerial yang saat ini menjadi kebutuhan utama industri.
Workshop yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) di Graha Sofia Kampus STIE Sutaatmadja Subang tersebut dimulai pukul 15.00 WIB dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.

Dalam pemaparannya, Asep menjelaskan bahwa masih terdapat kesenjangan (gap) antara lulusan baru (fresh graduate) dengan tenaga kerja profesional yang telah berpengalaman. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kemampuan, terutama dalam aspek soft skills, agar mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja.
Asep juga menjelaskan mengenai dua tipe sumber daya manusia yang umum ditemui di perusahaan, yakni spesialis dan generalis.
“Spesialis memiliki kelebihan karena sangat memahami dan menguasai satu bidang tertentu di perusahaan. Karena keahliannya tersebut, biasanya mereka mendapatkan kompensasi yang lebih tinggi. Namun, di sisi lain, mereka mungkin tidak terlalu menguasai bidang lain di luar spesialisasinya. Sedangkan generalis memiliki pemahaman yang lebih luas di berbagai bidang, meskipun tidak sedalam seorang spesialis,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kemampuan membaca lingkungan dan memiliki kepekaan sosial. Menurutnya, perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan karyawan yang kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan memahami dinamika yang terjadi di sekitarnya.
Sebagai penutup, Asep berharap workshop ini dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi trigger bagi mahasiswa untuk terus meng-upgrade kemampuan diri. Jadi, be prepared, karena perusahaan saat ini membutuhkan karyawan yang memiliki nilai tambah, baik dari sisi kompetensi maupun keterampilan,” pungkasnya.
Selain memberikan materi workshop, acara ini juga menghadirkan mashsiwa STIESA yang telah mengikuti magang ke di Taiwan untuk sharingpengalaman dan testimoni menreka. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber oleh Pembantu Ketua I STIESA, Dr. Gugyh Susandy, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta workshop.
