SELANGOR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Subang di tingkat internasional. Dua mahasiswa STIESA berhasil meraih penghargaan The Best Presenter dalam ajang The 13th International Conference on Management and Muamalah (ICoMM 2026) yang diselenggarakan oleh Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Dama Putra Rukmana dari Program Studi Manajemen dan Welli Siti Amalia dari Program Studi Akuntansi. Keduanya berhasil memperoleh penghargaan atas presentasi hasil penelitian yang mereka bawakan di hadapan peserta konferensi internasional tersebut.
Dama Putra Rukmana mempresentasikan penelitian berjudul “The Effect of TikTok Storytelling Marketing on Consumer Purchase Intention: Evidence from Marjan Syrup on Shopee”. Penelitian ini mengkaji pengaruh strategi pemasaran melalui konten storytelling di platform TikTok terhadap minat beli konsumen, dengan produk Marjan yang dipasarkan melalui Shopee sebagai objek penelitian.
Sementara itu, Welli Siti Amalia membawakan penelitian berjudul “Determinants of Firm Value: The Role of Green Accounting, Carbon Emission Disclosure, Environmental Performance, and Profitability (Study on Energy and Basic Materials Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2023–2025)”.
Penelitian Welli menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi nilai perusahaan, khususnya peran akuntansi hijau (green accounting), pengungkapan emisi karbon, kinerja lingkungan, dan profitabilitas. Kajian tersebut mengambil objek perusahaan sektor energi dan bahan baku (basic materials) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2023–2025.
Keberhasilan kedua mahasiswa ini menjadi pencapaian tersendiri bagi STIESA. Penghargaan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian, mengolah gagasan ilmiah, serta mengomunikasikan hasil kajian secara akademis di hadapan forum internasional.
Bagi Dama, pencapaian tersebut menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri. Ia mengaku senang dapat membawa kemampuannya hingga ke forum akademik tingkat Asia. Ia berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi pada masa mendatang.
“Senang dan bangga ke diri sendiri, apalagi bisa masuk ke jenjang Asia. Harapan ke depannya, Dama bisa melakukan yang terbaik lagi dan masuk ke tingkat yang lebih atas, agar bisa membawa nama Dama, kampus, dan orang tua ke jenjang yang lebih jauh,” ungkap Dama.
Kebanggaan serupa juga dirasakan Welli Siti Amalia. Baginya, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi membawa nama kampus dan Indonesia dalam forum akademik internasional.
“Menjadi bagian dari ICoMM 2026 merupakan pengalaman yang sangat berharga. Tidak pernah menyangka bisa meraih penghargaan Best Presenter. Saya bangga bisa membawa nama STIE Sutaatmadja sekaligus Indonesia ke kancah internasional melalui karya penelitian. Terima kasih kepada dosen pembimbing dan semua pihak yang telah memberikan arahan, dukungan, serta doa selama proses ini. Alhamdulillah, sebuah pencapaian yang menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan berkembang.” ungkap Welli.
ICoMM 2026 merupakan konferensi internasional ke-13 yang diselenggarakan oleh Faculty of Economics, Accountancy and Management (FEPP), Universiti Islam Selangor. Kegiatan berlangsung di Hotel Nilai Spring, Nilai, Malaysia, dengan mengusung tema “Nurturing Talent, Ensuring Resilience: Global Management Through the Lens of Muamalah”.
Konferensi ini menjadi wadah pertemuan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta membangun jejaring kolaborasi di bidang ekonomi dan manajemen.
Dalam penyelenggaraan ICoMM 2026, STIE Sutaatmadja turut mengambil peran sebagai co-host. STIESA juga mengirimkan delegasi yang terdiri atas tiga dosen, yakni Dr. Gugyh Susandy, S.E., M.Si., CDMS; Nunik Nurmalasari, S.E., M.Sc., CRA., CFPP.; dan Indah Umiyati, S.E., M.S., Ak., CTT., BKP., bersama 10 mahasiswa.
Keikutsertaan STIESA dalam konferensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik, memperluas jejaring internasional, serta memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas keilmuan melalui forum ilmiah lintas negara.
Raihan dua penghargaan The Best Presenter ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa STIESA lainnya untuk terus mengembangkan tradisi penelitian, meningkatkan kompetensi akademik, dan berani menunjukkan kemampuan di tingkat internasional.
Prestasi Dama dan Welli sekaligus mempertegas bahwa mahasiswa perguruan tinggi daerah memiliki kesempatan untuk bersaing dan memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. STIESA berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya lulusan yang unggul, mandiri, berakhlakul karimah, serta mampu membawa nama institusi dan Indonesia melalui prestasi akademik.