SUBANG — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Subang menggelar Kuliah Perdana Tahun Akademik 2026/2027 bagi mahasiswa baru Program Studi Manajemen dan Akuntansi, pada Kamis (10/9/2026), di Gedung Graha Sofia Kampus STIESA Subang.

Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa baru, kepala program studi Manajemen dan Akuntansi, para dosen, staff kampus serta sejumlah elemen mahasiswa. Kuliah Perdana tahun ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru setelah pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang berlangsung selama dua hari.

Acara dibuka oleh Pembantu Ketua I STIESA, Dr. Gugyh Susandy, S.E., M.Si., CDMS., sekaligus menutup rangkaian kegiatan PKKMB Tahun Akademik 2026/2027. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Kuliah Perdana tahun ini dipisahkan dari agenda pelantikan mahasiswa baru agar peserta dapat lebih fokus mengikuti materi dan berinteraksi secara lebih dekat dengan narasumber.

“Kuliah Perdana tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya agar mahasiswa bisa lebih fokus mengikuti kuliah perdana dan bisa mendapatkan ilmu yang lebih maksimal dan proses interaksi dengan narasumber bisa lebih dekat dan akrab,” ujar Dr. Gugyh.

Kuliah Perdana menghadirkan Ibu Devianti Yunita, SE., MT., Ak., CA., CTA., dari Universitas Padjadjaran Bandung sebagai narasumber. Ia membawakan materi bertema “Dari Angka Menjadi Strategi: Membangun Masa Depan melalui Akuntansi dan Manajemen” atau From Numbers to Strategy.

Dalam sambutannya, Dr. Gugyh menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam memahami makna di balik angka, khususnya bagi mereka yang akan menekuni bidang akuntansi dan manajemen.

“Bagi orang awam mungkin angka itu tidak berbicara, rapi bagi seorang praktisi manajemen dan akuntansi angka itu memiliki banyak arti yang sangat signifikan. Sehingga dengan mengikuti kuliah ini, nantinya kita bisa menggunakan angka-angka tersebut untuk bisa berbicara dan bisa lebih memiliki makna yang signifikan,” katanya.

Materi yang disampaikan Ibu Devianti menegaskan bahwa akuntansi dan manajemen tidak semata-mata berkaitan dengan angka maupun aktivitas memimpin. Akuntansi diposisikan sebagai bahasa untuk memahami bisnis, menjaga kepercayaan, sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Sementara itu, manajemen dipahami sebagai seni dalam mengubah ide, sumber daya, dan kerja sama menjadi hasil yang bermakna.

Mahasiswa juga diajak memahami bahwa angka dalam aktivitas bisnis harus mampu dibaca dan diterjemahkan menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan strategis. Salah satu contoh yang diberikan adalah kenaikan biaya overhead sebesar 5 persen. Perubahan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah angka, tetapi perlu dianalisis untuk memahami dampaknya terhadap operasional dan menentukan langkah strategis yang tepat.

Melalui Kuliah Perdana ini, STIESA tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru pada dunia akademik, tetapi juga menanamkan cara pandang bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah memiliki hubungan erat dengan persoalan nyata di dunia bisnis dan kehidupan profesional.

Pada akhirnya, perjalanan mahasiswa di STIESA bukan sekadar tentang mengumpulkan angka dalam bentuk nilai akademik. Lebih dari itu, setiap angka, pengetahuan, pengalaman, dan proses pembelajaran merupakan bekal untuk membaca peluang, memahami tantangan, mengambil keputusan, serta menciptakan perubahan. Sebab masa depan tidak hanya membutuhkan mereka yang mampu membaca angka, tetapi juga mereka yang mampu mengubah angka menjadi makna, dan mengubah makna menjadi strategi untuk menghasilkan sesuatu yang berarti bagi masyarakat.