SUBANG — Sebanyak 23 mahasiswa semester 8 Program Studi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sutaatmadja mengikuti Uji Kompetensi Akuntansi pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Graha Sofia STIE Sutaatmadja tersebut merupakan hasil kolaborasi antara STIE Sutaatmadja dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Barat.

Uji kompetensi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa tingkat akhir agar tidak hanya memiliki penguasaan akademik, tetapi juga kesiapan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia profesi akuntansi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan dan pemahaman yang telah mereka bangun selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Kepala Program Studi Akuntansi STIE Sutaatmadja, Icih, SE., M.Si., Ak., CA., AseanCPA, turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi dengan IAI Jawa Barat dinilai menjadi langkah strategis dalam mendekatkan proses pendidikan akuntansi dengan standar dan kebutuhan profesi.

Dalam kegiatan tersebut, proses asesmen dilakukan oleh Jaka Maulana, SE., M.Ak., Ak., CA., CPSAK, yang bertindak sebagai asesor dari IAI Wilayah Jawa Barat.

Kehadiran asesor dari organisasi profesi memberikan dimensi penting dalam pelaksanaan uji kompetensi. Mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan proses evaluasi dari lingkungan akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan praktisi dan profesional yang memahami tuntutan kompetensi akuntansi di dunia kerja.

Bagi 23 mahasiswa semester 8 yang mengikuti kegiatan ini, uji kompetensi menjadi salah satu momentum untuk melakukan refleksi atas kesiapan mereka menjelang memasuki dunia profesional. Kemampuan teknis, ketelitian, pemahaman terhadap standar akuntansi, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks pekerjaan menjadi bagian penting dari kompetensi yang perlu dimiliki calon akuntan.

Kolaborasi STIE Sutaatmadja dan IAI Jawa Barat juga menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dalam membangun kualitas sumber daya manusia bidang akuntansi. Perguruan tinggi memiliki peran dalam membangun fondasi keilmuan, sementara organisasi profesi dapat memperkuat relevansi kompetensi dengan perkembangan dan tuntutan praktik profesional.

Melalui kegiatan uji kompetensi tersebut, STIE Sutaatmadja terus mendorong mahasiswa Akuntansi untuk memiliki kesiapan yang lebih komprehensif ketika memasuki dunia kerja. Pendidikan akuntansi tidak berhenti pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga diarahkan pada kemampuan untuk menerapkan pengetahuan, memenuhi standar kompetensi, serta menjunjung profesionalisme.

Pelaksanaan Uji Kompetensi Akuntansi di Graha Sofia STIE Sutaatmadja pada akhirnya menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan akuntansi yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat jejaring kelembagaan antara STIE Sutaatmadja dan IAI Wilayah Jawa Barat.