SUBANG – Sebagai wujud nyata komitmen untuk mencetak generasi berwawasan internasional, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Subang resmi melepas sejumlah mahasiswanya untuk menjalani program magang di Taiwan selama setengah tahun. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa STIESA terus berinovasi untuk menembus batas-batas lokal.
Prosesi pelepasan mahasiswa tersebut diselenggarakan di Gedung Graha Sofia, Kampus STIESA, pada Kamis (5/2/2026). Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Program C4 Tahun 2026, Dr. Gugyh Susandy, S.E., M.Si., CBM., CDMS., dan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, S.SI., M.M., serta Sekretaris Yayasan Sutaatmadja, H. Daeng Makmur Thahir, S.E. serta Wakil Direktur Umum & Keuangan RSUD Kabupaten Subang, dr. Jan Rudi Iskandar, M.Kes.
Ketua Program C4, Dr. Gugyh Susandy, menjelaskan bahwa pengiriman mahasiswa ke luar negeri ini merupakan wujud nyata dari moto STIESA, yakni “Beyond Local Campus”. Tujuannya tak lain untuk melahirkan lulusan yang siap bersaing secara global.
“Kami ingin mahasiswa STIESA tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga memiliki pengalaman internasional yang mampu memperluas cara pandang dan daya saing mereka di dunia kerja,” ujar Dr. Gugyh.
Keberangkatan ini merupakan bagian dari program C4 (Company, Campus, and Country Connection) Tahun 2026. Program inovatif ini menyatukan tiga pilar utama—kampus, perusahaan, dan negara mitra—ke dalam satu ekosistem pendidikan berskala global. Sebanyak 25 mahasiswa dari rumpun Akuntansi dan Manajemen yang terpilih tidak hanya akan menimba ilmu di perusahaan-perusahaan Taiwan, tetapi juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi profesi tingkat internasional guna memperkuat kompetensi mereka.
Langkah STIESA ini dinilai sangat selaras dengan arahan Pemerintah Indonesia terkait magang yang berdampak (impactful internship), sekaligus sejalan dengan visi Pemerintah Taiwan dalam menjaring tenaga kerja global.
Sekretaris Yayasan Sutaatmadja, Daeng M. Makmur Thahir, turut menambahkan bahwa C4 merupakan salah satu program kebanggaan kampus. Ia juga menyoroti bahwa STIESA menorehkan sejarah sebagai perguruan tinggi pertama di Kabupaten Subang yang berhasil mengirimkan mahasiswanya untuk magang ke Taiwan.
Apresiasi tinggi juga datang dari Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi. Ia merasa bangga atas terobosan luar biasa dari STIESA dan menceritakan bahwa dirinya pun pernah menjalin komunikasi dengan komunitas di Taiwan.
“Karena disana ada orang-rang Subang yang bekerja di Taiwan, sedikitnya ada 3.000 orang Subang yg bekerja di Taiwan Taiwan. Saya Pernah diundang oleh Yayasan Ganas di Taiwan. Disana ada juga kakak-kakak Mahasiswa yang Kuliah sambil kerja di sana, dan ini merupakan kesempatan luar biasa, karena adik-adik nantinya tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial tapi juga pengalaman yang berharga.” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya di wilayah Subang.
“Program ini sangat bagus sehingga harusnya bisa di kloning oleh kampus-kampus lain yang ada di Subang”, lanjutnya saat memberikan sambutan di hadapan mahasiswa beserta orang tua yang hadir.
Dalam wejangannya, Agus Masykur juga mengingatkan para mahasiswa bahwa kehidupan di Taiwan tidak hanya menuntut etos kerja yang tinggi, tetapi juga kedisiplinan dan manajemen waktu yang ketat. Khusus bagi mahasiswa muslim, ia berpesan agar tetap menjaga ibadah salat lima waktu serta lebih selektif dalam memilih makanan yang halal.
Menjalani hidup jauh dari keluarga selama enam bulan tentu bukan hal yang mudah dan membutuhkan kemampuan adaptasi yang kuat. Namun, menurut Wakil Bupati, tempaan mental dan kedisiplinan di negara maju seperti Taiwan akan sangat berguna. Terlebih lagi, saat ini sudah banyak perusahaan asing yang masuk ke Subang, sehingga pengalaman internasional ini akan menjadi modal berharga bagi mereka untuk berkarya secara mandiri dan profesional di masa depan.
Menutup arahannya, Agus Masykur mengucapkan selamat jalan kepada para mahasiswa dan meminta agar waktu di Taiwan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia juga berpesan kepada para orang tua agar tidak bersedih, melainkan terus memberikan doa terbaik demi kelancaran dan kesuksesan anak-anak mereka.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Umum & Keuangan RSUD Kabupaten Subang,
dr. Jan Rudi Iskandar memberikan tips dan trik seputar kesehatan kepada mahasiswa selama berada di luar negeri, seperti mempersiapkan pakaian untuk mengatasi cuaca yang kadang berubah sewaktu-waktu.
“Pastikan anda membawa pakaian yang lengkap, mulai dari pakaian dalam, pakaian biasa, serta jaket dan sarung tangan, karena di luar sana cuaca bisa berubah menjadi dingin sekali” Ujarnya.
Tidak hanya itu dr. Jan juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu waspada terhadap barang bawaan, karena di luar sana tidak semua orang itu baik, “ada juga pencopet, jadi adik-adik harus waspada saat bepergian, selalu letakan tas di depan jangan di balakang kita, karena kita belum tahu suasana dan medan di sana sehingga kewaspadaan harus selalu dijaga” tutupnya.
Pelepasan ini hanyalah awal dari transformasi besar. STIESA telah membuka pintu dunia, kini giliran para mahasiswa untuk melangkah dengan gagah. Jadikan enam bulan di Taiwan sebagai ajang menempa mental, memperluas cakrawala, dan membuktikan bahwa pemuda Subang siap menjadi pemain utama di kancah global.[Q]