Dosen dan Mahasiswa CoE Matrics STIE Sutaatmadja Gali Potensi Desa Wisata Lembur Cigarsukgak Melalui Penelitian dan Pengabdian

Subang, 7 Juli 2026 – Komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan oleh Center of Excellence (CoE) Management Accounting: Training, Research, Internship, and Community Service (Matrics) STIE Sutaatmadja. Selama dua hari, Senin–Selasa (6–7 Juli 2026), tim dosen dan mahasiswa melaksanakan kunjungan studi ke Desa Wisata Lembur Cigarukgak, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, untuk menggali potensi desa wisata yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pembina CoE Matrics, Asep Kurniawan, SE., MM., M.Sc., dengan melibatkan mahasiswa dalam serangkaian aktivitas lapangan yang meliputi observasi, wawancara mendalam, serta sharing session bersama para penggerak desa wisata. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya akademik untuk menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Selama berada di Lembur Cigarukgak, rombongan memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan Bapak H. Urip Soeprianto, SE., Founder sekaligus Pembina Desa Wisata Lembur Cigarukgak. Dalam sesi berbagi pengalaman, H. Urip memaparkan perjalanan panjang membangun desa wisata yang berawal dari kepedulian terhadap potensi lokal hingga berkembang menjadi destinasi berbasis pemberdayaan masyarakat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kekuatan visi, kepemimpinan, kolaborasi, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Menurutnya, desa wisata harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat sekaligus menjadi media pendidikan karakter dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.

Selain berdiskusi dengan H. Urip Soeprianto, tim CoE Matrics juga melakukan wawancara dengan sejumlah pemangku kepentingan desa, di antaranya Pak Rouf dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pak Nanang selaku Kepala Desa Sidajaya, serta Kang Fahrul, yang selama ini aktif dalam pengembangan berbagai program wisata dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai informasi mengenai tata kelola desa wisata, tantangan pengembangan, strategi pemberdayaan ekonomi, hingga peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bahan diskusi yang sangat konstruktif.

Pembina CoE Matrics, Asep Kurniawan, menjelaskan bahwa kunjungan studi ini merupakan implementasi nyata pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Menurutnya, mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana konsep manajemen, akuntansi, tata kelola, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat diterapkan dalam konteks riil.

“Desa wisata merupakan laboratorium hidup yang sangat kaya untuk pembelajaran, penelitian, sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya memperoleh data penelitian, tetapi juga belajar memahami dinamika sosial, kepemimpinan masyarakat, inovasi, serta pentingnya kolaborasi dalam membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selama kegiatan observasi, mahasiswa melakukan pemetaan berbagai potensi wisata yang dimiliki Lembur Cigarukgak, mulai dari potensi alam, budaya, produk UMKM, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan. Data lapangan tersebut selanjutnya akan diolah menjadi berbagai karya ilmiah, publikasi akademik, serta rekomendasi pengembangan desa wisata yang dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan.

Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara STIE Sutaatmadja melalui CoE Matrics dengan pengelola Desa Wisata Lembur Cigarukgak. Sinergi tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk penelitian kolaboratif, pendampingan tata kelola organisasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan sistem akuntansi dan manajemen, serta berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa.

Melalui kunjungan studi ini, CoE Matrics STIE Sutaatmadja kembali menegaskan perannya sebagai pusat unggulan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkomitmen menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui riset yang aplikatif, pendidikan yang kontekstual, serta pengabdian yang berkelanjutan. Harapannya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa wisata mampu menjadi model pembangunan berbasis pengetahuan yang mendorong lahirnya desa-desa wisata yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.[]

Oki Rosgani: