Halo Sahabat Jurnalis!! 👋🏻
PECah!! Suasana talkshow “Bersuara Lewat Kata: Membangun Kepercayaan Diri Lewat Public Speaking” yang diselenggarakan oleh UKM Jurnalistik STIESA pada 31 Januari 2026 terasa begitu hidup, santai, dan interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat dari diskusi yang aktif, sesi tanya jawab yang mengalir, hingga games yang berhasil mencairkan suasana dan mendorong peserta untuk berani bersuara.
Berbeda dari workshop pada umumnya, kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow dan diskusi terbuka antara pemateri dan peserta. Mahasiswa diberi ruang untuk bertanya, berbagi pengalaman, serta menyampaikan keresahan mereka terkait public speaking dan kepercayaan diri.
Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan mengenai apakah seseorang yang jarang membaca dapat menjadi public speaker yang baik. Menanggapi hal tersebut, pemateri menegaskan bahwa public speaking dan literasi saling berkaitan. Kebiasaan membaca dinilai mampu memperkaya kosa kata, menyusun alur berpikir yang runtut, serta membantu menyampaikan gagasan agar lebih ngena dan mudah dipahami.
Talkshow ini juga diselingi dengan sesi games interaktif yang bertujuan mencairkan suasana sekaligus melatih keberanian peserta untuk berbicara secara spontan. Melalui permainan dan diskusi, peserta diajak untuk lebih percaya diri tanpa takut salah atau dihakimi.
Selama sesi diskusi dan interaksi berlangsung, terlihat perubahan nyata pada peserta. Mahasiswa yang awalnya ragu dan pasif mulai berani menyampaikan pendapat, maju ke depan, serta mencoba berbicara dengan lebih percaya diri di hadapan audiens.
Dalam proses tersebut, kesalahan tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian dari proses belajar. Melalui arahan dari pemateri yang bersifat membangun, peserta dapat mengenali potensi diri sekaligus memperbaiki cara penyampaian mereka secara bertahap.
Topik mengenai rasa grogi juga menjadi salah satu pembahasan utama. Banyak peserta mengaku masih merasa cemas saat berbicara di depan audiens. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa gugup merupakan reaksi yang wajar, bahkan dialami oleh pembicara yang sudah berpengalaman.
Kunci utamanya bukan menghilangkan rasa gugup, melainkan mengelolanya dengan baik. Pemateri membagikan beberapa tips sederhana, seperti memahami materi yang disampaikan, berlatih secara konsisten, serta membangun mindset bahwa audiens adalah partner komunikasi, bukan penilai semata. Selain itu, peserta juga diajak untuk menyampaikan gagasan dengan isi yang jelas, relevan, dan mudah dipahami.
Pengalaman dalam talkshow ini semakin menegaskan bahwa kepercayaan diri bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat dilatih secara bertahap melalui latihan, keberanian mencoba, dan lingkungan yang suportif.
Melalui kegiatan ini, UKM Jurnalistik STIESA berharap mahasiswa mampu menjadi pribadi yang lebih berani bersuara, percaya diri, dan kritis dalam menyampaikan gagasan, baik di lingkungan kampus maupun di ruang publik.
Talkshow “Bersuara Lewat Kata: Membangun Kepercayaan Diri Lewat Public Speaking” membuktikan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan perpaduan antara literasi, mental yang kuat, latihan berkelanjutan, dan keberanian untuk tampil.
Karena pada akhirnya, kata-kata memiliki kekuatan dan keberanian untuk mengucapkannya adalah langkah awal perubahan.
Penulis: Tim UKM Jurnalistik STIESA