• Download materi Kuliah Perdana, Pelantikan Mahasiswa Baru TA 2017/2018

Maka Bacalah...

Membaca adalah suatu proses kognitif yang kompleks. Dalam membaca, kita tidak hanya ditantang untuk mampu mengenali dan menghubungkan simbol-simbol abjad. Lebih jauh, kita diminta untuk dapat mengkonstruksikannya, menempatkannya dalam konteks tertentu dan menarik makna darinya. Dalam aktivitas ini, individu sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, sikap serta latar belakang kultur dan sosial yang ada. Dari sisi ini, interaksi antara pembaca dan teks juga dipengaruhi oleh kreativitas dan kemampuan kritis-nya. Pemaknaan terhadap sebuah teks seringkali tidak bersifat tunggal tetapi dapat bersifat multi-tafsir. Kegiatan membaca juga membutuhkan praktik secara terus menerus untuk mencapai pendewasaan berpikir  dan tingkat pemaknaan yang baik.

Di tataran praktis, proses membaca ini, tidak berjalan dengan baik di Indonesia. Dari data yang didapat oleh  OECD, standar rata-rata kemampuan dan kemampuan membaca dunia adalah 493. Negara tetangga kita, Singapura, memiliki tingkat literasi 526. Ini jelas menunjukkan tingkat literasi yang tinggi. Bagaimana dengan kita? Ternyata kita masih berada pada tingkat 402, di bawah rata-rata literasi dunia.

Di tataran praktis, proses membaca ini, tidak berjalan dengan baik di Indonesia. Dari data yang didapat oleh  OECD, standar rata-rata kemampuan dan kemampuan membaca dunia adalah 493. Negara tetangga kita, Singapura, memiliki tingkat literasi 526. Ini jelas menunjukkan tingkat literasi yang tinggi. Bagaimana dengan kita? Ternyata kita masih berada pada tingkat 402, di bawah rata-rata literasi dunia.

 Tingkat literasi yang rendah ini tidak semata-mata karena rendahnya pendidikan masyarakat kita. Rendahnya tingkat literasi kita juga disebabkan oleh ketidakmauan kita untuk membaca. Masyarakat sudah banyak yang mampu membaca tapi tidak mempunyai minat lebih untuk membaca. Gejala ini disebut dengan a-literasi. Sepinya perpustakaan di ruang publik, maraknya penggunaan internet hanya untuk aktivitas media sosial, kegiatan mahasiswa yang menyukai tindakan copy dan paste tugas-tugas mereka merupakan sedikit dari wujud a-literasi ini.

 Kegiatan membaca mempunyai berbagai aspek positif di dalamnya[1][1] :

1.    Menumbuhkan rasa percaya diri. Seseorang yang rajin membaca akan mempunyai kepercayaan diri yang baik dalam tingkat bersosialisasi dengan orang lain. Dia tidak akan khawatir kekurangan topik pembicaraan karena ia mempunyai pengetahuan yang beragam.

2.       Menumbuhkan kesadaran untuk berpartisipasi secara politis. Dengan rajin membaca, individu akan sadar akan adanya implikasi sosial dari politik yang tidak baik. Karenanya ia akan berpartisipasi secara aktif dalam perubahan.

3.       Menumbuhkan toleransi budaya. Dengan membaca, individu akan menyadari ragam budaya yang ada di sekitarnya. Hal ini akan melahirkan toleransi akan nilai-nilai yang berlainan di dalam masyarakat.

4.       Menumbuhkan kesadaran akan kesehatan, edukasi dan kesetaraan gender. Individu yang rajin membaca akan menyadari pentingnya kesehatan. Ini terutama berpengaruh pada perilakunya sehari-hari. Dia akan menjadi lebih sehat, selektif dalam makanan yang dikonsumsinya, aktif dalam pendidikan dan juga mengobservasi keadilan gender dalam kerja. Dampak ini juga akan lebih tampak pada kaum hawa. Kaum ibu yang berpendidikan cenderung menghasilkan keturunan yang lebih baik daripada mereka yang tidak berpendidikan.

 Padahal membaca, adalah sesuatu yang sangat esesial bagi manusia. Sedemikian pentingnya aktivitas ini sehingga Firman Alloh yang pertama untuk Rasul-Nya adalah membaca (Iqra)[2][2]. Tentu, membaca di sini tidak dalam pengertian sempit yang berarti dapat membaca sebagai kemampuan dasar. Membaca di sini dapat diartikan sebagai upaya mengobservasi, menganalisa, mengorganisasi, mengambil keputusan dan akhirnya bertindak sesuai dengan informasi tersebut. Informasi ini adalah ayat-ayat-Nya yang bersifat tekstual  maupun natural (Qauliyah dan Kauniyah).  Dalam kata lain, ada proses menginternalisasi Realitas eksternal yang kemudian direfleksikan kembali ke luar. Membaca karenanya lebih dari sekedar upaya untuk menyerap informasi belaka. Membaca adalah upaya manusia untuk memanusiakan dirinya sendiri.

 

 

[1]Unesco; “International Literacy Statistics : A Review of Concepts, Methodology and Current Data”, 2008, p. 13

[2]Qur’an Surah Al-A’laq : 1 – 5.